Menu
SAJIAN ISI

Gara-gara Larangan Apel AS Order Apel Lokal Meningkat

Gara-gara Larangan Apel AS Order Apel Lokal Meningkat

Larangan impor buah apel jenis Granny Smith dan Gala asal California, AS karena diduga terkontaminasi bakteri telah berdampak pada peningkatan permintaan terhadap apel lokal yang dihasilkan petani di Malang, Jawa Timur. Pamor daerah Malang sebagai Kota Apel, tampaknya bakal pulih setelah Kementerian Perdagangan melarang impor beberapa jenis apel dari Amerika Serikat. Paling tidak, hal itu dapat dilihat dari aktivitas perdagangan buah apel lokal di Pasar Besar, Kota Batu, Malang dalam beberapa pekan terakhir ini.

Penjualan apel meningkat pada kisaran 20 hingga 30% sejak beberapa pekan terakhir. Apel lokal jenis Manalagi dan Room Beauty sekarang menjadi primadona dibandingkan apel lain.
"Ada peningkatan walaupun tak banyak, sekitar 30 persen paling tinggi," kata Hambali, pedagang apel di Pasar Besar, Kota Batu, Februari kemarin.

Peningkatan pesanan, lanjut dia, banyak berasal dari Jawa Tengah. Sedangkan pengiriman rutin menjangkau sejumlah wilayah seperti Bali, Kalimantan, Lombok dan sejumlah kota besar di Jawa. "Jawa Tengah yang paling banyak naik pesanannya," ujarnya menambahkan.

Kondisi tersebut memang pada akhirnya menguntungkan para pedagang dan petani lokal. Sebab, pada musim hujan seperti sekarang, permintaan apel pada umumnya mengalami penurunan. Selain kondisi hujan yang menyebabkan produksi apel menurun, ramainya panen buah jenis lain juga mempengaruhi penurunan permintaan.
Pada Januari 2015 kemarin, Kementerian Perdagangan melarang impor apel asal Amerika Serikat, khususnya apel yang dikemas di Bidart Bros, Bakersfield, California, Amerika Serikat lantaran ada indikasi terkontaminasi bakteri Listeria Monocytogenes.

“Terhadap para importir, dilarang mengimpor buah apel jenis Granny Smith dan Gala produksi Bidart Bros, Bakersfield, California karena diduga terkontaminasi bakteri Listeria Monocytogenes,” kata Dirjen Standarisasi dan Perlindungan Konsumen, Kementerian Perdagangan, Widodo kepada awak media.

Widodo menegaskan, bila apel-apel tersebut sudah berada di gudang para importir, maka tidak diperkenankan untuk didistribusikan ke para pengecer. Namun jika sudah berada pada level pengecer, maka dilarang untuk memperdagangkan.

Selengkapnya baca di Majalah HORTUS Archipelago edisi Maret 2015. Dapat diperoleh di toko buku Gramedia dan Gunung Agung terdekat.

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id