Menu
SAJIAN ISI

Peresmian Florikultura Indonesia 2017

Peresmian Florikultura Indonesia 2017

Mufidah Jusuf Kalla, istri Wakil Presiden meresmikan Bursa Florikultura 2017 di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/7). Beberapa hari sebelumnya, Menko Perekonomian Darmin Nasution secara resmi mencanangkan florikultura atau pekan bunga Indonesia 2017 yang baru pertama kalinya terwujud.

Kegiatan yang mengangkat tema “Kebangkitan Florikultura” ini terselenggara berkat kerja sama antara IPB dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pertanian, Pemerintah Kota Bogor, dan Asosiasi Bunga Indonesia (Asbindo).

Dalam sambutannya  Mufidah mengemukakan, Indonesia mempunyai potensi yang besar di bidang florikultura.”Salah satu peran florikultura Indonesia adalah membangun perekonomian bangsa,” katanya seraya berharap dengan adanya acara ini bidang florikultura semakin bangkit dan maju serta mampu bersaing di kancah internasional.

Saat mencanangkan florikultura Indonesia, Senin (24/7), di Jakarta, Darmin Nasution menyatakan bahwa produk florikultura punya peluang usaha yang besar. Karenanya, UKM harus diikutsertakan untuk mengangkat florikultura ke tingkat  komersial.

Ada beberapa indikator yang menunjukkan florikultura dan hortikultura akan mampu menyumbang pertumbuhan ekonomi nasional. Di antaranya keragaman plasma nutfah yang besar di tropis, dan iklim tropis di Indonesia yang memungkinkan banyak produk florikultura dan hortikultura di dunia bisa berkembang baik.

Selain itu, florikultura tidak membutuhkan lahan yang luas, adanya Sumber Daya Manusia (SDM) mumpuni, teknologi dan pasar yang masih terbuka, serta kesadaran masyarakat akan keindahan dan kelestarian lingkungan yang semakin baik.

Data menunjukkan bahwa ekspor florikultura dunia masih dikuasai oleh Belanda, Kolombia, Equador, Ethiopia, Kenya  dan India. Negara yang juga mulai menggeliat menjadi eksportir adalah Thailand, Malaysia, Australia, Israel, Selandia  Baru, dan Afrika Selatan. Sumbangan negara-negara tersebut terhadap PDB mereka sudah ada yang mencapai 40%.

Itu pula sebabnya, lanjut Darmin, Indonesia harus punya target agar florikultura mampu menyumbang pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Ia berharap semua provinsi dan kabupaten/kota sentra sudah mulai fokus mengembangkan komoditi ini.

Rektor IPB, Herry Suhardiyanto menambahkan, Florikultura Indonesia 2017 merupakan rangkaian kegiatan yang bertujuan mendorong kebangkitan industri florikultura di Indonesia.
"Potensi Florikultura Indonesia sungguh besar. Sejumlah bunga tropis yang berpotensi dikembangkan di antaranya anggrek, heliconia, dan celosia,” ungkapnya.

Menurut dia, Florikultura Indonesia baru menyerap kurang lebih 750.000 tenaga kerja dan kontribusi terhadap PDB baru sekitar 12%. Indonesia yang notabene kaya akan aneka flora harusnya bisa lebih menggenjot kontribusi florikultura ini terhadap PDB Nasional.  ***AP

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id