Menu
SAJIAN ISI

Peluang Ekspor Kopi ke Australia Masih Besar

Pengunjung melintas di depan berbagai jenis kopi yang dipamerkan pada Festival Kopi Original Sumbar, di Gedung Sapta Mapta Korem, Padang, Sumatera Barat, Belum lama ini. Pengunjung melintas di depan berbagai jenis kopi yang dipamerkan pada Festival Kopi Original Sumbar, di Gedung Sapta Mapta Korem, Padang, Sumatera Barat, Belum lama ini.

Peluang ekspor kopi dari Indonesia ke pasar Australia masih terbuka cukup lebar. Dari total impor kopi ke Australia yang mencapai US$479,5 juta per tahun, Indonesia baru mengambil pangsa sekitar 5%. Pemerintah Indonesia agaknya ingin menggenjot ekspor kopi Indonesia ke Australia hingga tiga kali lipat. Untuk itu, upaya yang ditempuh di antaranya dengan membentuk Koalisi Promosi Nasional (KPN). Pembentukan KPN ini, ujar Atase Perdagangan di Kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra, Nurimansyah, untuk meningkatkan ekspor kopi ke Australia.

Dalam koalisi ini dilakukan sinergi antara pihak KBRI Canberra, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Sydney, KJRI Melbourne, dan Kementerian Perindustrian. Mereka bersama-sama dalam satu paviliun Indonesia mengikuti pameran kopi terbesar di Australia, yakni Melbourne International Coffee Exhibition (MICE) pada medio Maret 2015 kemarin.

Nurimansyah menjelaskan, peluang ekspor kopi ke Australia masih terbuka. Pada 2014, ekspor kopi ke Australia mencapai US$24 juta dan meningkat 14,68% dari tahun 2013 yang mencapai US$20,9 juta. Jika dilihat dari total impor kopi ke Australia yang mencapai US$479.5 juta, maka Indonesia sejatinya baru mengambil pangsa 5,01%. "Dengan KPN ini, kami berharap dapat melipatgandakan hingga tiga kali," katanya, belum lama ini.

Selama ini, ekspor kopi Indonesia ke Australia didominasi oleh biji kopi yang belum dipanggang dengan pangsa sebesar 99,94% dari total ekspor kopi Indonesia ke Australia. Negara pesaing Indonesia di pasar Australia untuk produk kopi berdasarkan peringkat adalah Swiss, Italia, Brasil, Jerman, Kolombia, Papua Nugini, Vietnam kemudian Indonesia.

Yang menjanjikan, kendati impor kopi Australia dari Indonesia persis di bawah Vietnam, dalam 5 tahun terakhir, Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 14,68% dan Vietnam mengalami penurunan sebesar 2,41%.

Dikatakan Nurimansyah, kafe-kafe di Australia berbeda dengan Amerika. Di Amerika, cafe-chain sangat mendominasi pasar, sementara di Australia banyak kafe-kafe kecil independen yang tumbuh subur.

Masyarakat Australia sangat menyukai kafe-kafe independen. Karena itu, agar bisa terus meningkatkan ekspor kopi Indonesia di pasar Australia, Indonesia harus terus secara konsisten mengikuti pameran seperti ini. "Pameran ini sangat efisien karena banyak pengusaha kafe independen dari sejumlah negara bagian yang datang berkunjung," paparnya.

Nurimansyah mengklaim, terbentuknya KPN dapat memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam ikut serta menjawab target ekspor nasional hingga 300%. Apalagi, tren impor kopi Australia selama 5 tahun terus meningkat dengan pertumbuhan sebesar 10,27%.  "Ini peluang bisnis bagi eskportir kopi nasional agar terus mempromosikan kopi terbaik Indonesia di pasar Australia," ujarnya.  *** AP

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id