Menu
SAJIAN ISI

Mangga Gedong Gincu Cirebon Tembus Dubai

Mangga Gedong Gincu Cirebon Mangga Gedong Gincu Cirebon

Mangga gedong gincu asal Cirebon saat ini mampu menembus pasar Dubai, di kawasan Timur Tengah. Mangga ini telah memanfaatkan teknologi pengawet alami sehingga dapat memperpanjang masa segar buah hingga satu bulan. Siapa yang tak mengenal kelezatan buah mangga? Rasanya yang khas serta kesegarannya membuat banyak lidah jatuh cinta. Selain nikmat di lidah, buah mangga juga ternyata menyehatkan tubuh.

Tak heran jika buah yang satu ini sering direkomendadikan bagi mereka yang ingin tampil segar, sehat dan cantik. Dengan semakin berkembanganya metode hibrida tanaman, varian mangga baru pun banyak ditemukan. Dan salah satu varian hasil persilangan tersebut adalah mangga gedong gincu.

Varian yang satu ini banyak dijumpai di Kabupaten Majalengka,  Jawa Barat yang memang merupakan salah satu sentra budidaya si gedong gincu. Sama seperti namanya “gincu”, mangga yang satu ini memiliki warna kulit buah yang berbeda dari jenis mangga lainnya. Jika pada mangga lain dijumpai warna hijau dan kuning, maka pada gedong gincu akan dijumpai  warna merah cerah layaknya gincu merah.

Meskipun ukuran mangga yang satu ini terbilang kecil tetapi rasanya yang merupakan campuran masam dan dominan manis telah membuat banyak orang menggemarinya. Selain itu, jenis mangga yang satu ini juga sangat kaya akan serat sehat dan jauh lebih berair jika dibandingkan dengan jenis mangga lainnya. Bagi petani, ia juga cukup menguntungkan sebab pasca panen ia tahan selama 8 hari  tanpa perlakuan khusus apapun.

Secara bisnis, potesi bisnis gedong gincu ternyata semanis tampilannya. Selain menjadi primadona pasar lokal Indonesia, si manis gincu juga menjadi incaran negara – negara di berbagai belahan dunia. Menurut Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Kehutanan Kabupaten Cirebon, Ali Effendi, kegiatan promosi sudah banyak dilakukan guna mengenalkan mangga gedong gincu ke sejumlah negara Eropa dan Timur Tengah. “Hasilnya waktu itu, beberapa negara seperti Kuwait, Dubai dan Qatar sudah menyampaikan ketertarikannya terhadap mangga dari Cirebon ini,” paparnya.

Bahkan, lanjut Ali, mangga gincu memiliki potensi pasar yang cukup luar biasa bagi para petani mangga di daerah Cirebon. Pasalnya, permintaan yang ada dari pasar 10 negara saat ini belum mampu dipenuhi seratus persen. Terlebih dengan harga beli di negara pengimpor minimal sudah mencapai Rp 115.000 per kg.

Ali mengakui, pasar Korea dan Jepang memang menjadi target utama bagi mangga gedong gincu Cirebon saat ini. Pasalnya, harga beli kedua negara tersebut, terutama Jepang, bisa mencapai Rp 800.000 per kg. “Sayang, mangga di sini belum bebas dari lalat buah, sehingga belum bisa menembus pasar kedua negara itu,” ujarnya.

Terkait potensi, Ali mengatakan, saat ini baru ada sekitar 238 kelompok tani di Cirebon yang terdaftar sebagai penghasil mangga gedong gincu untuk ekspor. Setiap Kelompok Tani mengolah 15-60 hektar lahan tanaman mangga gedong gincu yang produktivitasnya hanya sekitar 62 kg per pohon setiap panen.

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id