Menu
SAJIAN ISI

"GKP Vs GKR Berlanjut Hingga 2019"

GKP Vs GKR Berlanjut Hingga 2019 GKP Vs GKR Berlanjut Hingga 2019

Rencana yang ditetapkan oleh Pemerintahan Jokowi- JK  selama 5 tahun ke depan,  2015 - 2019 untuk gula adalah 2,6 - 3,8 juta ton GKP adalah lebih realistis daripada menetapkan swasembada gula nasional yang tidak kunjung dicapai. Ini berarti bahwa pergulan nasional kita selama 5 tahun ke depan masih tetap menghadapi permasalahan yang selama ini adalah GKP versus GKR  karena Impor bahan baku berupa raw sugar untuk pabrik gula rafinasi tetap dilakukan karena tidak tersedia di dalam Negeri.

Menurut hemat kami, target 3,8 juta ton di akhir tahun 2019 adalah realistik namun harus disertai kerja keras semua pemangku kepentingan karena selama 10 tahun terakhir ini walaupun ada Program Swasembada Gula yang digulirkan oleh pemerintah ,produksi gula kristal putih (GKP) nasional tidak meningkat secara signifikan, hanya berkisar 2,1 - 2,6 juta ton  bahkan lebih rendah dari produksi tahun 2008 yang mencapai 2,7 juta ton.

Hal ini disebabkan antara lain karena areal tanam dan panen tidak bertambah hanya dalam kisaran 450.000 - 470.000 ha, tanah yang dijanjikan pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan seluas 300.00 ha tidak terealisir, pembongkaran ratoon tidak terlaksana dengan baik bahkan di sentra tebu rakyat Jawa Timur hanya terealisir 25-35% karena petugas dinas baik provinsi maupun kabupaten dilanda ketakutan yang berlebihan, manajemen tebang angkut serta efisiensi pabrik gula sehingga rendemen tidak beranjak dari  6,8 -7.5 %.

Guna mencapai target produksi 3,8 juta ton GKP pada tahun 2019 maka masalah tersebut harus mendapat penanganan yang sungguh-sungguh. Bila kita melakukan simulasi pencapaian target 3 8 juta ton sbb:

1) Bila mengoptimalkan lahan yang ada saat ini  seluas 470.000 ha ( PROGRAM INTENSIFIKASI ).maka setiap hektarnya harus menghasilkan gula lebih dari 8 ton GKP/ha, yang saat ini hanya mencapai rata-rata  5,45 - 6 ton GKP/ha. Menaikkan produksi  2 - 2,55 ton GKP/ha tentu sangat berat dan harus melakukan perbaikan besar-besaran di on dan off farm. Dan rasanya hal ini sulit dicapai.

2).Mengoptimalkan lahan yang sudah ada seluas 470.000 ha dengan intensifikasi dengan target hanya 3 juta ton. Ini berarti setiap ha harus menghasilkan GKP 6,4 ton. Ini berarti produksi harus meningkat 0,4-0.5 ton/ha .Hal ini memungkinkan bila penggantian ratoon terlaksana dengan baik, GAP, manajemen tebang, angkut dan olah serta peningkatan kinerja teknis pabrik gula secara keseluruhan (overall recovery/OR ). Produksi sebesar 800.000 ton diperoleh dari PROGRAM EKSTENSIFIKASI ke luar Jawa, khususnya di Sulawesi Tenggara seluas 100.000 ha dengan catatan produksi 8 ton GKP/ha dan membangun 5 pabrik gula baru yang kapasitasnya di atas 10.000 TCD.

Berdasarkan  informasi dari Mentan bahwa di Sulawesi Tenggara tersedia lahan untuk pertanaman tebu seluas kurang lebih 200.000 - 300.000 ha dan informasi dari Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tenggara sudah ada 5 investor yang siap membangun pabrik gula, yaitu PT Marketindo Selaras, PT Kilau Indah Cemerlang, PT Asia Sweet Plantation,PT Wahana Suryo Agro dan PT Sumagro Sawitara.

Agar pabrik gula baru ini bisa terwujud maka peranan pemerintah pusat dan daerah sangat penting terutama dalam penyediaan lahan serta insentif bagi investor karena kita tahu bahwa membangun pabrik gula dengan kapasitas di atas 10.000 TCD membutuhkan biaya yang besar kurang lebih Rp1,5 -2 triliun.

Hanya  dengan kerja keras dan kesungguhan pemerintah target  3,8 juta ton GKP pada akhir tahun 2019 dapat tercapai. " RESOPA TAMMANGINGNGI NALETEI -PAMMASE DEWATA. "

*) Ketua FP2SB (Forum Pengembangan Perkebunan Strategis Berkelanjutan)

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id