Menu
SAJIAN ISI

OSS Kementan, Permudah Investasi Sektor Pertanian

Kementerian Pertanian mempermudah sistem perizinan di sektor pertanian melalui layanan berbasis Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Perizinan Pertanian secara Elektronik. Melalui sistem ini akan memperpendek waktu layanan perizinan sehingga lebih transparan dan akuntabel.


Prof. Erizal Jamal, Kepala Pusat Varietas Tanaman dan Perizinan Kementerian Pertanian menjelaskan bahwa sistem perizinan yang transparan dan lebih cepat menjadi fokus awal untuk pembenahan. Oleh karena itu, Menteri Pertanian (Amran Sulaiman) telah mengeluarkan aturan turunan yaitu Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 29/Permentan/ PP.210/7/2018 Tentang Tata Cara Perizinan Berusaha Sektor Pertanian. Sistem yang dibangun Kementerian Pertanian ini terintegrasi dengan sistem perizinan online terintegasi atau online single submission (OSS) yang sudah terhubung dengan kementerian, pemda, BKPM.

 
Selama tahun 2015-2017, dikatakan Erizal, sudah dilakukan pendampingan terhadap 31 Perusahaan yang akan berinvestasi di bidang pertanian.Khusus untuk tebu, jagung, sapi, padi dan lainnya. “Jadi dengan adanya OSS ini maka proses menjadi lebih cepat dan ada kepastian bagi pelaku usaha serta dapat dimonitoring,” jelas Erizal Jamal, Kepala Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Kementan dalam Diskusi Forum Wartawan Pertanian (FORWATAN), di Jakarta (17/10).


Menurut Erizal Jamal, mengeluarkan Online Single Submission (OSS) guna mempercepat proses perizinan yang diajukan oleh pelaku usaha. “Jadi dengan adanya OSS, proses perizinan menjadi lebih cepat dan ada kepastian bagi pelaku usaha serta dapat dimonitoring,” jelas Erizal Jamal dalam Diskusi Forum Wartawan Pertanian (FORWATAN), di Jakarta (17/10). Hadir dalam diskusi ini antara lain M.Fadhil Hasan (Direktur Asian Agri), Dr.Rio Christiawan (Dosen Universitas Prasetya Mulya).


Erizal menyebutkan melalui sistem bisa memantau perizinan yang telah diajukan. Termasuk juga mengawal dan menghemat waktu proses perizinan. “Perkembangan proses perizinan ini juga menjadi indikator kerja kami,” katanya.


Fadhil Hasan menuturkan sistem perizinan online yang terintegrasi ini dapat memperbaiki easing doing business di sektor Pertanian. Untuk itu, fokus kebijakan investasi sektor pertanian harus dimulai BKPM untuk peningkatan porsi sektor pertanian dalam investasi asing dan PMDN.


Selama ini, kata Fadhil, BKPM belum menjadikan sektor pertanian sebagai potensi investasi yang menjanjikan padahal sektor tersebut didukung oleh sumber daya lahan dan SDM yang berlimpah.
Rio Christiawan mengusulkan memperluas OSS tidak hanya izin usaha melainkan sampai kepada izin teknis. Pasalnya, proses perizinan teknis belum dapat dijangkau OSS padahal nyawa dari investasi sumber daya alam berada di izin teknis seperti amdal, izin lingkungan, dan HGU.


Dikatakan Rio, investor perlu waktu yang lebih cepat untuk pengurusan perizinan hingga operasional karena akan berpengaruh kepada Cash Flow sehat dan dampak sosial dihindarkan. Perbaikan lain adalah memperkuat koordinasi antara SKPD sehingga mengatasi debirokrasi perizinan dan jumlah izin yang diatur lebih sedikit.

Mentan Amran Lepas Ekspor Tiga Komoditas Hortikultura

majalahhortus.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman secara simbolis kembali melepas ekspor komoditas hortikultura ke berbagai negara. Komoditas tersebut adalah mangga ke Singapura dan Malaysia totalnya 100 ton, benih kangkung ke China, Malaysia, dan Vietnam totalnya 800 ton dan bawang merah ke Philipina yang totalnya 800 ton.

Instiper Menjadi Pusat Riset Kecerdasan Buatan Agroindustri

Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta akan meluncurkan Artificial Intelligence Research and Innovation Center for Agroindustry (AIRICA). Itu akan menjadi pusat penelitian satu-satunya di Asia Pasifik.
Perkembangan revolusi industri 4.0 telah merombak berbagai tatanan kehidupan, termasuk di dunia bisnis dan industri. Institusi yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan model bisnis terjadi karena perkembangan yang ada.
Mulai dari perkembangan big data, internet of things (IoT) dan artificial intelligence (AI). Karenanya, semua pemangku kebijakan yang berhubungan dengan industri perkebunan harus mulai memaka teknologi berciri 4.0.
Untuk menjawab kebutuhan itu, Instiper Yogyakarta akan meluncurkan Pusat Inovasi dan Penelitian Kecerdasan Buatan Bidang Agroindustri atau AIRICA. Peluncuran akan dibarengi FGD tentang kegunaaan AIRICA tersebut.
Instiper telah ditetapkan menjadi AIRICA yang pertama dan satu-satunya di Asia Pasifik. Pasalnya, konsorsium NVDIA AI Technology Center memutuskan tidak boleh ada lagi AI Center bidang agroindustri di Asia Pasifik.
Menjelang itu, Instiper Yogyakarta menggelar lokakarya AI, Deep Learning Institute Workshop bidang agroindustri. Gelaran ini menggandeng Universitas Bina Nusantara dan NVDIA Amerika Serikat.
Rektor Instiper, Purwadi mengatakan, program itu bertujuan memperkenalkan bagaimana kecerdasan buatan. Khususnya, metode deep learning untuk mampu menyelesaikan persoalan analisis dengan cepat.
"Ini merupakan loncatan baru bagi Instiper agar benar-benar siap menghadapi era revolusi industri 4.0," kata Purwadi, Selasa (2/10).
Direktur AIRICA, Harsawardana menekankan, artificial intelligence merupakan penggunaan metode kecerdasan buatan untuk mempermudah pekerjaan berbagai bidang. Termasuk, bidang agroindustri.
Sebagai contoh, pemanfaatan bidang perkebunan untuk melihat apakah suatu buah sudah matang atau belum hanya dengan melalukan foto. Bisa juga digunakan demi mengetahui suatu lahan sudah waktunya melalukan pemupukan.
"Hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi deep learning di mana teknologi tersebut memungkinkan suatu mesin belajar pada suatu hal untuk mencapai tujuan tertentu," ujar Harsawardana.

Wilmar salurkan bantuan minyak goreng untuk korban Palu dan Donggala

Wilmar International, melalui unit usahanya di Sulawesi, PT Multi Nabati Sulawesi (MNS) Bitung menyalurkan bantuan 800 jeriken minyak goreng bagi korban gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.
Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Wilmar dalam meringankan penderitaan korban bencana dan mendukung upaya pemerintah dalam membangun kembali kedua wilayah tersebut pasca terjadinya bencana 28 September lalu.
Country Head Wilmar International, Darwin Indigo mengatakan, kedua wilayah tersebut berdekatan dengan lokasi operasi perusahaan sehingga sudah menjadi kewajiban Wilmar untuk turut serta membantu para korban dan pemerintah dalam memulihkan daerah terdampak.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang akan mendistribusikannya ke daerah bencana. “Kami berharap, kedua wilayah ini dapat segera pulih dan aktivitas dapat kembali normal,” ujar Darwin dalam siaran persnya, Kamis (4/10).
Menurut Darwin, bantuan yang disalurkan itu merupakan kebutuhan dasar yang banyak dibutuhan masyarakat di lokasi bencana. Selain bahan makanan, dalam waktu dekat, pihaknya akan kembali mengirimkan bantuan tahap kedua berupa tenda, alat berat, dan bahan bakar minyak yang diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan wilayah tedampak.
Tak hanya itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pihak-pihak terkait dalam penyaluran, agar bantuan yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan dan tepat sasaran.
Sesuai imbauan pemerintah, seluruh pihak diharapkan partisipasinya untuk memberikan dukungan dalam meringankan beban korban bencana. Apalagi, infrastruktur di kedua daerah terdampak mengalami kerusakan cukup parah, sehingga ketersediaan dan penyaluran bantuan masih tersendat.
Saat ini, sejumlah wilayah di daerah bencana masih ada yang belum tersentuh bantuan akibat rusaknya infrastruktur.

Wilmar salurkan bantuan minyak goreng untuk korban Palu dan Donggala

Wilmar International, melalui unit usahanya di Sulawesi, PT Multi Nabati Sulawesi (MNS) Bitung menyalurkan bantuan 800 jeriken minyak goreng bagi korban gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.
Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Wilmar dalam meringankan penderitaan korban bencana dan mendukung upaya pemerintah dalam membangun kembali kedua wilayah tersebut pasca terjadinya bencana 28 September lalu.
Country Head Wilmar International, Darwin Indigo mengatakan, kedua wilayah tersebut berdekatan dengan lokasi operasi perusahaan sehingga sudah menjadi kewajiban Wilmar untuk turut serta membantu para korban dan pemerintah dalam memulihkan daerah terdampak.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang akan mendistribusikannya ke daerah bencana. “Kami berharap, kedua wilayah ini dapat segera pulih dan aktivitas dapat kembali normal,” ujar Darwin dalam siaran persnya, Kamis (4/10).
Menurut Darwin, bantuan yang disalurkan itu merupakan kebutuhan dasar yang banyak dibutuhan masyarakat di lokasi bencana. Selain bahan makanan, dalam waktu dekat, pihaknya akan kembali mengirimkan bantuan tahap kedua berupa tenda, alat berat, dan bahan bakar minyak yang diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan wilayah tedampak.
Tak hanya itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pihak-pihak terkait dalam penyaluran, agar bantuan yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan dan tepat sasaran.
Sesuai imbauan pemerintah, seluruh pihak diharapkan partisipasinya untuk memberikan dukungan dalam meringankan beban korban bencana. Apalagi, infrastruktur di kedua daerah terdampak mengalami kerusakan cukup parah, sehingga ketersediaan dan penyaluran bantuan masih tersendat.
Saat ini, sejumlah wilayah di daerah bencana masih ada yang belum tersentuh bantuan akibat rusaknya infrastruktur.

Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id