Menu
SAJIAN ISI

Kolom - Majalah HORTUS Archipelago

DEKOPI Rayakan Ulang Tahun Pertama di Hari Kopi Nasional

JAKARTA, Di hari ulang tahun pertama dari Dewan Kopi Indonesia (DEKOPI) yang juga bertepatan dengan Hari Kopi Nasional, maka diselenggarakan Workshop dengan tema “Harmonisasi Pengembangan Kopi Hulu Hilir” dan Ngopi Bareng bersama Bapak Menteri Pertanian, serta Public Cupping. 

Pada kesempatan ini, dilakukan penandatanganan MoU DEKOPI bersama ITC Group sekaligus terkait pengembangan industri kopi dari hulu sampai dengan hilir. Hal ini juga meliputi penjualan biji kopi khas Nusantara, alat – alat pendukung pembuatan kopi, serta training pembuatan kopi dari kopi khas Nusantara.

“Dekopi berharap industri kopi dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan ekonomi rakyat, sebab kita semua tahu sebagian besar industri ini dimiliki oleh small holder.” Ujar Anton Apriyanto pada acara workshop di Gedung PIA Kementerian Pertanian, pada Senin (11/03).

Perkembangan kopi saat ini terasa sangat pesat, ditandai dengan mulai maraknya pembukaan kedai – kedai kopi dari anak Negeri. Hal ini patut kita dukung agar memberikan dampak positif bagi Negara kita terutama dari segi ekonomi. Juga mendukung para petani kopi dalam Negeri untuk menyalurkannya ke pihak yang tepat.

Untuk mendukung tren industri kopi yang terus meningkat tersebut, Direktur Jenderal Tanaman Tahunan Kementerian Pertanian, Irmiyanti mengatakan bahwa Pemerintah akan berupaya melakukan sejumlah usaha lain untuk mendukung peningkatan produksi.

“Kami akan berupaya terus melakukan pemberdayaan kelembagaan petani, pandampingan intensif dan berkelanjutan, peningkatan kapasitas dan kemampuan sumber daya manusia, pengaturan tata niaga, peningkatan ketersediaan investasi usaha, pengembangan kopi berdasarkan indikasi geografis, serta mendorong pengembangan kopi specialty atau produksi kopi khas daerah Indonesia,” ungkapnya.

Dengan berbagai upaya ini, lanjut Irmiyanti, Pemerintahberharap pada 2045 Indonesia bisa menghasilkan 1,742 juta ton kopi per tahun dengan ekspor sebanyak 643.835 ton kopi. Adapun kebutuhan dalam negeri pada saat itu diperkirakan mencapai 1,033 juta ton.

Selain itu, Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungn Hidup dan Kehutanan (PSKL KLHK) Bambang Supriyanto juga menyatakan bahwa saat ini ada 4 juta hektare lahan perhutanan sosial yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai pertanaman kopi. Hal itu untuk mendukung peningkatan produksi kopi nasional.

“Saat ini ada 13,8 juta hektare (ha) lahan perhutanan sosial di mana 4 juta ha diantaranya memenuhi kriteria untuk dimanfaatkan sebagai lahan bertanam kopi,” tuturnya Bambang.

Adapun kriteria yang dimaksud meliputi curah hujan tahunan, lamanya bulan kering, kemiringan lereng, elevansi atau ketinggian, dan sifat fisik tanah. “Untuk kopi syaratnya curah hujan 1.500-2.000 milimeter, kelerengan 0,8 derajat, lama kering dua bulan saja,” ujarnya usai acara Workshop Harmonisasi Pengembangan Kopi Hulu Hilir yang dilaksanakan dalam rangka memperingatati hari Kopi Nasional dan Ulang Tahun Dekopi itu.

Selengkapnya
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id