Menu
SAJIAN ISI

Kemendag Belum Terbitkan Izin Impor Gula 1,6 Juta Ton

Kemendag Belum Terbitkan Izin Impor Gula 1,6 Juta Ton

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan hingga saat ini belum mengeluarkan izin impor gula mentah atau raw sugar untuk kebutuhan industri makanan dan minuman pada triwulan II (April-Juni) 2015 Direktur Impor Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Thamrin Latuconsina menegaskan bahwa angka impor untuk alokasi impor raw sugar pada triwulan II-2015 belum final. Ia pun membantah telah menerima rekomendasi alokasi impor raw sugar sebanyak 1,57 juta ton dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). "Tidak benar angka itu," sergah Thamrin, di Jakarta baru-baru ini.

Thamrin menjelaskan, pihak Kemenperin masih menghitung soal kebutuhan gula mentah 3 bulan mendatang, selanjutnya memberikan rekomendasi ke Kemendag. Rencananya alokasi impor ini akan terbit pada awal April 2015. "Angka pasti belum ada, masih pembahasan di Kementerian Perindustrian," tegas dia.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Soemitro Samadikoen mengakui saat ini memang angka pasti soal impor gula mentah yang menjadi bahan baku industri gula berbasis rafinasi belum final. Namun, tidak masuk akal bila alokasi izin impor yang dikeluarkan Kemendag berlebihan hingga 1,57 juta ton raw sugar.

Berdasarkan informasi, ada kabar impor gula yang direkomendasikan mencapai 900.000 ton untuk triwulan II-2015, bahkan ada informasi mencapai hingga 1,57 juta ton untuk triwulan II dan III-2015. Soemitro mengaku sempat mengunjungi kantor Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, kemarin untuk mengecek informasi ini.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi), Adhi S Lukman mengakui meminta tambahan impor gula mentah (raw sugar) untuk diolah di industri rafinasi. Jumlahnya 1 juta ton untuk kebutuhan gula rafinasi 3 bulan mendatang.

Sebelumnya industri gula rafinasi dapat alokasi impor raw sugar kuartal I-2015 sebanyak 600.000 ton yang dikeluarkan Desember 2014. "Jadi kita perhitungkan di kuartal II kita butuh 1 juta ton," tambah Adhi.

Selengkapnya baca di Majalah Hortus Archipelago edisi April 2015. Dapat diperoleh ditoko buku Gramedia dan Gunung Agung terdekat.

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id