Menu
SAJIAN ISI

Petani Tebu Merespon Dingin Kenaikan HPP Gula

Petani Tebu Merespon Dingin Kenaikan HPP Gula

Kenaikan harga pokok produksi (HPP) gula dari Rp 8.500 per kg tahun 2014 menjadi Rp 8.900 per kg tahun 2015 yang belum lama ini diumumkan pemerintah, ditanggapi dingin kalangan petani tebu yang tergabung dalam APTRI (Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia). Ada apa?

Petani tebu di Indonesia agaknya harus mengubur dalam-dalam mimpi mereka. Keinginan mereka untuk bisa menikmati harga gula Rp10.000 per kg sesuai dengan minimal HPP gula yang mereka usulkan, harus kandas. Pasalnya, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan hanya menyetujui HPP gula tahun 2015 sebesar Rp8.900 per kg.

Padahal, petani tebu yang tergabung dalam APTRI sebagaimana disampaikan Soemitro Samadikoen, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) menginginkan HPP gula tahun 2015 sebesar Rp 11.765 per kg.

Angka itu dianggap ideal karena berbagai pertimbangan seperti biaya pokok produksi yang terus melonjak dan margin keuntungan bagi petani sebesar 10%.  Menurut dia, Menteri Pertanian mengusulkan HPP gula sebesar Rp 9.750 per kg, dan angka itu jauh dari angka ideal para petani. APTRI berharap pemerintah bisa menetapkan HPP dengan angka ideal.

“Jika HPP sebesar Rp 11.765 tidak mungkin direalisasikan, kami berharap angkanya tidak kurang dari Rp 10.000 agar para petani tidak mengalami kerugian,” ujar Soemitro di sela acara Rakernas APTRI di Yogyakarta, belum lama ini.

Selengkapnya baca di Majalah HORTUS Archipelago edisi Juni 2015. Dapat diperoleh di toko buku Gramedia dan Gunung Agung terdekat.

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id