Menu
SAJIAN ISI

Pabrik Gula Glenmore Akan Berproduksi 2016

Pabrik Gula Glenmore Akan Berproduksi 2016

Manajemen Pabrik Gula (PG) Glenmore di Banyuwangi, Jawa Timur merasa optimis bahwa pabrik yang dikelolanya akan mulai berproduksi Agustus 2016. Pasalnya, saat ini pendanaan terhadap proyek itu mulai mengucur. Adalah Direktur Utama PT Industri Gula Glenmore (IGG), Ade Prasetyo yang menyampaikan kabar gembira tersebut. Ade menargetkan pabrik gula yang dikelolanya di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur tersebut, akan melakukan giling perdana pada Agustus 2016. “Saat ini pembangunan pabrik baru mencapai 35%,” kata dia, belum lama ini.

Diakui Ade bahwa target beroperasinya IGG tersebut memang molor. Menurut dia, seharusnya IGG bisa giling perdana dalam tahun 2015 ini. Namun, kredit dari sindikasi perbankan BRI, Bank BNI, Indonesia Eximbank, Bank Jatim, dan sejumlah bank lainnya baru mulai mengucur belum lama ini.

IGG melibatkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sebagai konsultan teknis. Adapun Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Yogyakarta menjadi konsultan bidang sumber daya manusia (SDM).

Sesuai rencana pembangunannya, IGG akan dikembangkan menjadi pabrik gula terpadu yang akan memproduksi gula putih premium. Pabrik gula ini dirancang sebagai pabrik modern dengan mengolah limbah menjadi produk sampingan yang bermanfaat, seperti menghasilkan  daya listrik 6 megawatt (MW), bioetanol, pupuk organik, dan pakan ternak.

Listrik tersebut, lanjut Ade, dihasilkan dari pengolahan limbah padat tebu dengan teknologi co-generation. Adapun bioetanol dihasilkan dari pengolahan limbah cair tebu dan bisa dimanfaatkan sebagai bahan pencampur bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan.

Nilai investasi proyek tersebut diprediksi mencapai Rp 1,5 triliun dengan kapasitas giling 6.000 ton tebu per hari (TTH). Kapasitas tersebut dapat dikembangkan menjadi 9.000 TTH. Luas areal yang dicadangkan untuk penanaman tebu guna memenuhi kebutuhan bahan baku mencapai 11.250 hektar.

Beberapa waktu lalu, anggota Komisi IV DPR RI, Ma’mur Hasanuddin pernah menyoroti masalah terbengkalainya bangunan PG Glenmore di Banyuwangi. Kondisi ini membuat cita-cita menjadikan Indonesia untuk mencapai swasembada gula, hanya angan-angan belaka.

Ma’mur menjelaskan bahwa pabrik ini direncanakan memiliki kapasitas produksi 8 ribu ton per hari. Dengan kapasitas tersebut, apabila masa giling 150 hari per tahun, diperlukan tebu sebanyak 900 ribu ton hingga 1,2 juta ton, atau sebanding dengan luas tanam seluas 9  ribu hingga 10 ribu hektar.

“Pembangunan pabrik baru ini, selain besarnya kapasitas, juga akan meningkatkan efisiensi dibandingkan dengan pabrik-pabrik tua lain yang usianya sangat tua, karena dibangun sejak zaman penjajahan Belanda," ujar politisi Fraksi PKS itu.

Pabrik gula Glenmore, lanjutnya, merupakan proyek spetakuler sejak Dahlan Iskan menjabat Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara. Dukungan terhadap kebijakan pangan saat itu, banyak yang sinergi dengan kementerian teknis.

Cuma terkadang, masih kata Ma'mur, terhambat oleh kebijakan Kementerian Perdagangan yang kontraproduktif dengan cita-cita  pencapaian swasembada pangan.

PG Dibangun Sejak 2012
Pabrik gula Glenmore yang pembangunannya dimulai pada Desember 2012, ditargetkan selesai pada Juni 2015. Untuk membangun pabrik gula ini, membutuhkan dana Rp1,5 hingga Rp1,9 triliun.

“Saya meminta, Menteri BUMN Rini Soemarno, dapat meneruskan cita-cita menteri BUMN lama, karena sejalan dengan program utama Presiden Joko Widodo mencapai swasembada gula semasa kepemimpinannya," pinta Ma’mur.

PT IGG yang merupakan anak usaha PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII ini dipastikan tak bisa mengopersikan PG Glenmore sesuai jadwal pada musim giling 2015. Padahal sejak Juli 2013 lalu, sudah ada penyerahan Kontraktor Pelaksana Engineering, Procurement, Construction (EPC), bahkan groundbreaking dilakukan sejak 12 Desember 2012.

PT Rekayasa Industri (Rekind) yang melakukan konsorsium dengan PT Weltes Energi Nusantara selaku kontraktor pabrik IGG juga tak bisa berbuat banyak.

Manajer Konstruksi PT Rekind Dudi Gunardi menjelaskan, sejak groundbreaking dua tahun lalu (12/12/2012), pembangunan pabrik gula ini baru efektif dikerjakan pada September 2013.

"Tidak ada sama sekali aktivitas pembangunan konstruksi di kawasan pabrik sejak Oktober 2014. Kendala kita dari pendanaan, jika lancar maka Juni 2016 bisa beroperasi. Tapi kalau mundur lagi ya tidak bisa lancar," kata Dudi di lokasi proyek di penghujung 2014.

Pabrik tersebut berlokasi di Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Pabrik milik PT Perkebunan Nusantara XII (PTPN XII) ini dirancang berkapasitas 6.000 TTH (Ton Tebu per Hari) bisa ditingkatkan hingga 8.000 TTH,

Pada era Menteri BUMN Dahlan Iskan pernah disebutkan bahwa Glenmore bakal menjadi pabrik gula terbesar di Indonesia. "Ini pabrik akan jadi pabrik gula besar di Indonesia, investasinya mencapai Rp 1,5 triliun," kata Dahlan, beberapa waktu lalu. *** AP

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id