Menu
SAJIAN ISI

Sinar Mas Agribusiness and Food Dinobatkan sebagai The Best Creative Stand

Sinar Mas Agribusiness and Food Dinobatkan sebagai The Best Creative Stand pada pagelaran Industri Makanan Internasional SIAL Interfood 2018. Penghargaaan diberikan langsung oleh Panel Juri SIAL Interfood kepada General Manager Marketing Sinar Mas Agribusiness and Food, Davy Djohan.

SIAL Interfood merupakan sebuah ajang pameran industri makanan dan minuman berskala internasional yang memungkinkan para pelaku industri saling bertemu dan memperkenalkan keunggulan produk-produk mereka. Lebih dari 50.000 pengunjung hadir pada kegiatan yang diikuti oleh 1.100 peserta dari 27 negara, menempatkan pameran industri makanan dan minuman tersebut sebagai yang terbesar di tanah air.

Terdapat beberapa kriteria yang dinilai oleh panel juri untuk memenangkan kategori penghargaan tersebut seperti kebersihan, keunikan, kreativitas, nilai-nilai budaya serta banyaknya pengunjung yang hadir pada stand tersebut. Penilaian tersebut dilakukan selama tiga hari selama pelaksanaan pameran dari 21-24 November 2018 lalu.

Sinar Mas Agribusiness and Food mengusung tema Indonesia dengan menampilkan kekayaan dan potensi yang dimiliki negeri ini yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Elemen budaya Bali, Minang, Batak, Betawi, Papua, Jawa, Batak dan budaya lain di Indonesia menjadi daya tarik tersendiri yang membedakan stand ini dengan para peserta lain.

Sinar Mas Agribusiness and Food juga menyelenggarakan demo memasak membuat makanan bercita rasa Indonesia seperti onde-onde cookies, getuk cake dan ayam gulung kari nanas. Ide dasar dari pembuatan olahan makanan tersebut adalah mengangkat kembali kuliner khas Indonesia dengan sentuhan bahan-bahan modern dan sehat. Semua olahan makanan tersebut dibuat dengan bahan dasar produk-produk buatan Sinar Mas Agribusiness and Food yang merupakan produk turunan kelapa sawit seperti cooking oil, margarine, shortening dan frying fat dari brand Filma, Palmboom dan Palmvita.

“SIAL Interfood menjadi momentum yang baik bagi kami untuk terus memperkenalkan produk-produk asli Indonesia seperti Filma, Palmboom dan Palmvita kepada dunia serta keunikan dan keanekaragaman yang dimilikinya. Kami percaya bahwa ini adalah salah satu langkah kami untuk dapat berkontribusi membangun negeri. Terlebih lagi sangatlah penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa membangun kebanggaan dan pemahaman terhadap produk kelapa sawit yang diproduksi secara sehat dan berkelanjutan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Indonesia maupun konsumen di dalam dan luar negeri,” jelas Davy Djohan.

Melalui Instiper Mengajar, Perkenalkan Dunia Perkebunan pada Anak Sekolah

INSTIPER Yogyakarta mengenalkan perkebunan Indonesia dan produk olahan dari komoditas perkebunan melalui INSTIPER Mengajar. INSTIPER Mengajar merupakan rangkaian acara menyambut Dies Natalis INSTIPER ke-60 yang akan diselenggarakan pada 10 Desember 2018 mendatang. Siswa yang berasal dari TK, SD, dan SMP lokasi sasaran kegiatan INSTIPER Mengajar diperlihatkan video-video tentang perkebunan Indonesia.

Kegiatan INSTIPER Mengajar dilaksanakan pada tanggal 29 November - 7 Desember 2018, adapun sekolah yang menjadi sasaran dari INSTIPER Mengajar adalah TK Hamong Putro, TK Taruna, SMPN 1 Kalikotes, SMPN 1 Klaten, RA Masyitoh, SD Mustokorejo, SMPN 3 Depok, SD Tajem 2, TK BA Aisyiah Gembkegan I dan II, SD Timbul Harjo, MI Al-Huda, SD Nanggulan, SD Maguwoharjo, TK ANNUR, SMPN 3 Depok, SDN 2 Mlati, dan SMP Budi Mulia.

Ir. Enny Rahayu, MP selaku ketua koordinator kegiatan bakti sosial yang juga ketua Pusat Studi Wanita (PSW) INSTIPER menyampaikan, “Kegiatan bakti sosial diselenggarakan sebagai rangkaian acara Dies Natalis INSTIPER ke-60. Kegiatan bakti sosial tersebut diwujudkan dalam kegiatan mengajar di TK, SD, dan SMP, serta membagi sembako untuk warga di sekitar kampus INSTIPER Yogyakarta. Kegiatan bakti sosial ini juga sebagai wujud rasa cinta kasih kepada sesama dan memperkenalkan dunia perkebunan ke siswa-siswa yang menjadi lokasi INSTIPER mengajar” terangnya.

Betti Yuniasih menambahkan, “Materi INSTIPER Mengajar yang disampaikan disesuaikan dengan pendidikan yang ada INSTIPER yaitu pendidikan perkebunan, harapannya dapat memperkenalkan perkebunan Indonesia dan produk olahan komoditas perkebunan sejak usia dini. Selain itu INSTIPER juga memberikan pembagian sembako untuk masyarakat di sekitar kampus”.

“Selain kegiatan INSTIPER Mengajar dan INSTIPER Peduli, dalam rangkaian Dies Natalis INSTIPER ini akan dilaksanakan kegiatan Family and Alumni Gathering pada 9 Desember, Pidato Dies Natalis pada 10 Desember, dan seminar internasional artificial intellegence yang diselenggarakan AIRICA dengan tema “Genomic Research in Oil Palm Industries”, jelas Betti.

Cipta Lesmana: Amran Sulaiman, Menteri Pertanian Paling Berani

JAKARTA: Pakar komunikasi politik Tjipta Lesmana menilai Amran Sulaiman sebagai Menteri Pertanian paling berani yang pernah dimiliki Indonesia. Menurutnya, meski diserang dari berbagai penjuru tetap tenang dan bisa bekerja dengan baik.

"Capaiannya dalam 4 tahun terakhir luar biasa. Dia banyak diam walau diserang sana-sini. Dia menutupinya dengan kerja dengan hasil menurut saya sangat luar biasa. Hanya orang munafik yang menyebut Amran gagal," ujar Tjipta dalam diskusi bulanan Forwatan, Selasa (4/12/2018), di Gedung PIA Kementan Jakarta.

Tjipta menambahkan, berdasarkan data BPS selama 4 tahun perjalanan Pemerintahan Jokowi-JK banyak capain yang ditempuh Kementan guna memberikan andil pada pertumbuhan ekonomi nasional.
"Pertama, inflasi pangan 2014 sebesar 10,57 persen, turun menjadi 1,26 persen di tahun 2017. Ini sangat menggembirakan, pasalnya di satu sisi pendapatan petani yang terlihat dari NTUP dan NTUP juga naik," tuturnya.

Amran juga dinilai sangat berani memerangi mafia pangan, satu hal yang belum pernah dilakukan menteri-menteri sebelumnya.
"Atas keberaniannnya ini, Amran diganjar penghargaan oleh i.News TV. Juga atas pemikiran revolusioner Amran yang membawa sejumlah capaian signifikan di sektor pertanian," katanya.

Tjipta menilai "dosa" satu-satunya yang melekat pada sosok Amran Sulaiman hanyalah keberaniannya melawan mafia pangan yang selalu ingin impor bahan pangan.
"Amran menggantikan kebiasaan impor pangan dengan ekspor pangan. Ini luar biasa!" katanya.

Pada bagian lain Kasdi Subagyono menambahkan, capaian Kementan dalam 4 tahun terakhir sangat luar biasa. Data BPS mengungkapkan nflasi pangan turun di angka 1,26 persen di tahun 2017 dari 10,57 persen di tahun 2014

"Ada yang mengkhawatirkan jika inflasi pangan turun bisa jadi pendapatan petani ikut turun. Nyatanya tidak. NTUP dan NTP kita naik. Penduduk miskin di desa turun dari 17 juta jiwa menjadi 15 juta jiwa selama 4 tahun," tuturnya.

Ekspor pertanian dari 2016 ke 2017 naik 24 persen dan di tahun 2018 diprediksi naik lagi. Berdasarkan data BPS, di tahun 2016 nilai ekspor hasil pertanian USD 26,73 miliar sementara di tahun 2017 naik menjadi USD 33,05 miliar.

Volume dan nilai neraca perdagangan sektor pertanian tahun 2016-2017 juga surplus. Yakni masing-masing 97,06 persen dan 45,85 persen.

Pembangunan pertanian era Perintahan Jokowi-JK telah meningkatkan investasi di sektor pertanian. Berdasarkan data BKPM, realisasi investasi sektor pertanian di Indonesia baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) selama 2018 mencapai Rp 61,58 triliun. Jumlah tersebut melebihi rerata realisasi investasi pertanian dalam 5 tahun terakhir, yakni di 2017 sebesar Rp 45,9 triliun, 2016 sebesar Rp 45,42 triliun, 2015 sebesar 43,07 triliun, 2014 sebesar Rp 44,78 triliun, dan 2013 sebesar Rp 29,3 triliun.

"Investasi dari 2013 ke 2014 naik 50 persen, tapi jika dibandingkan dari 2013 ke 2018 naik 110 persen," ujarnya.

Capaian ini diperoleh karena ada perubahan di Kementan yakni telah menerapkan sistem Single Submission Online (SSO), pengurusan izin dokumem ekspor yang sebelunnya butuh waktu 3 bulan, tapi sekarang ini hanya butuh waktu 3 jam.

Amran mengatakan dalam mempercepat perwujudan swasembada pangan, Kementan telah merevisi beberapa kebijakan. Salah satunya dengan merevisi sebanyak 291 Permentan yang menghambat terwujudnya swasembada pangan. Misalnya, merevisi Perpres tentang pengadaan melalui tender menjadi penunjukan langsung.

Kebijakan pertanian selama 4 tahun Jokowi-JK pun berhasil membangun pertanian modern. Ini terlihat dari bantuan mekanisasi pertanian hingga saat ini mencapai 370.378 unit. Modernisasi pertanian saat ini untuk mendukung Revolusi Industri 4.0.

Sementara itu, Hari Priono mengingatkan perlunya petani memperhatikan perubahan iklim yang tidak bisa dihindarkan.

Perubahan iklim itu bisa dilihat sebagai sebuah ancaman, tantangan, masalah atau peluang. Bagi kalangan yang menguatirkan akan melihat sebagai sebuah ancaman dan sebuah masalah. Namun ada juga yang menganggap sebuah tantangan dan kemudian menjadi peluang. “Kalau kita mau berpikir positif, tantangan itu bisa menjadi peluang,” ujarnya Hari.

Menurut Hari, persoalan utama menghadapi perubahan iklim adalah ketersediaan air. Jadi yang perlu dipersiapkan adalah mengelola air dengan baik.

Program Berkelanjutan Cargill untuk Petani Kelapa Sawit

Jakarta, 5 Desember 2018 – Cargill telah melatih para petani plasmanya di Indonesia untuk menjalankan praktik bertani yang berkelanjutan selama bertahun-tahun. Baru-baru ini salah satu petani plasma tersebut, Bapak Suparji, memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) berkat Tandan Buah Segar (TBS) seberat 95 kg yang dipanennya. Piagam penghargaan dan sejumlah uang pun diterima Pak Suparji sebagai bentuk apresiasi.

Ini adalah kedua kalinya Pak Suparji, ketua Koperasi Barokah Jaya di Tegal Mulyo Sumatra Selatan, menerima penghargaan atas hasil panen yang luar biasa dari perkebunan yang sudah cukup berumur milik koperasinya. TBS Pak Suparji jauh lebih berat dibanding berat rata-rata TBS yaitu 25-35kg. Pak Suparji menjelaskan keberhasilan tersebut tak lepas dari pengembangan kapasitas yang rutin diberikan Cargill kepada para petani plasma sebagai bagian dari program keberlanjutannya.

Pak Suparji mengatakan, “Berkat pelatihan praktik pertanian yang berkelanjutan dari Cargill, kami pun jadi belajar peduli terhadap tanah sekaligus menjaga produktivitasnya secara jangka panjang, memastikan kelestariannya demi generasi setelah kami. Kami mengerti betapa pentingnya keterlibatan semua pihak yang terlibat di rantai pasok minyak sawit - mulai dari perkebunan hingga ritel - untuk senantiasa menjaga keberlangsungan lingkungan serta tanggung jawab sosialnya. Sertifikasi RSPO menjadi bukti kepatuhan kami atas praktik tersebut.”

Ketika sebuah perkebunan mendekati akhir siklus hidupnya, hasil panen pun biasanya akan menurun. Namun dengan praktik pertanian yang berkelanjutan, produktivitas dan kualitas TBS pun tetap terjaga dengan penanganan yang ramah lingkungan. Cargill berkomitmen untuk melakukan penanaman sawit yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dimana Cargill berada.

Koperasi Barokah Jaya merupakan satu dari 20 koperasi bagian dari 21.000 hektar lahan perkebunan sawit PT Hindoli milik Cargill di Sumatera Selatan. Dengan pendampingan dari Cargill, koperasi ini menjadi salah satu kelompok petani plasma di dunia yang memperoleh sertifikasi sesuai prinsip dan kriteria RSPO (Round Table for Sustainable Palm Oil) di akhir 2010.

Ong Kee Chau, President Director PT Hindoli, menjelaskan, “Petani plasma menyumbang sekitar 40% dari pasokan minyak kelapa sawit kami. Para petani plasma ini menggunakan hak mereka dan menjadi bagian penting dalam menyediakan sumber pangan yang berkelanjutan, sekaligus memenuhi permintaan global yang meningkat akan minyak sawit yang berkelanjutan. Kami mendukung petani plasma dengan memberikan pengetahuan mengenai praktik pertanian yang baik sehingga panen dan pendapatan mereka pun dapat meningkat. Selain itu, semakin banyak permintaan kepatuhan terhadap praktik-praktik berkelanjutan, mendorong mereka untuk memenuhi persyaratan-persyaratan sertifikasi.”

Sebagai bagian dari program keberlanjutan bagi para petani plasma, Cargill mempersiapkan mereka untuk mendapatkan sertifikasi RSPO dengan berbagai dukungan pelatihan. Cargill juga mengembangkan program formal agar para petani plasma dapat menerima premium minyak sawit dari penjualan produk bersertifikasi RSPO. Petani Plasma Hindoli telah memperoleh premium RSPO pertamanya pada tahun 2011. Hingga Juni 2018 mereka telah menerima premium RSPO dengan total lebih dari 3,6 juta dolar AS (Rp 51.401.027.883).

Hingga saat ini, Cargill telah melakukan pendampingan kepada sekitar 13.500 dari 21.600 petani plasmanya di Sumatra Selatan dan Kalimantan Barat untuk memperoleh sertifikat RSPO.

Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id