Menu
SAJIAN ISI

Hilirisasi Kakao Nasional Menunjukkan Keberhasilan

Hilirisasi Kakao Nasional Menunjukkan Keberhasilan

Program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah cq Kementerian Perindustrian sudah berada di jalur yang benar (on the track). Hal itu antara lain terlihat dari makin meningkatnya nilai investasi industri pengolahan cokelat maupun industri minuman yang menggunakan bahan cokelat dalam beberapa tahun terakhir.    

AIKI (Asosiasi Industri Kakao Indonesia) menilai, progam hilirisasi kakao yang dicanangkan oleh Kementerian Perindustrian sudah menunjukkan tanda-tanda keberhasilan. Program ini memang dimaksudkan untuk mengolah bahan mentah sebelum diekspor, dengan tujuan untuk peningkatan nilai tambah industri dalam negeri, serta dalam rangka penyediaan lapangan pekerjaan dan peluang usaha di dalam negeri.

Indikasi keberhasilan tersebut, kata Ketua Umum AIKI, Piter Jasman, bisa dilihat dari meningkatnya utilisasi industri, meningkatnya ekspor produk olahan, serta peningkatan investasi di bidang industri pengolahan kakao di dalam negeri.

Sebagai gambaran, pada tahun 2010 kapasitas industri kakao nasional baru sekitar 150 ribu ton, namun tahun 2011 naik menjadi 268 ribu ton, tahun 2012 naik menjadi 310 ribu ton, tahun 2013 naik menjadi 324 ribu ton, dan tahun 2014 naik lagi menjadi 425 ribu ton. Tahun ini, ujar Piter, kapasitas industri kakao itu akan naik menjadi sekitar 500 ribu ton.

Sejumlah investor asing pun mulai tertarik untuk menanamkan investasinya di industri kakako ini. PT Asia Cocoa Indonesia dari Malaysia misalnya, membangun pabrik pengolahan cokelat senilai US$50 juta di Batam. PT Jebe Koko juga dari Malaysia membangun pabrik berkapasitas 60 ribu ton di Gresik dengan nilai US$21,.5 juta. PT Barry - Comextra dari Swiss investasi bangun pabrik kakao berkapasitas 60 ribu ton di Makassar, dengan nilai US$41,6 juta. PT Cargill Indonesia dari USA membangun pabrik kakao berkapasitas 70 ribu ton di Gresik dengan nilai investasi US$124 juta.

Menurut Piter, kebijakan Bea Keluar (BK) atas ekspor biji kakao yang diterapkan pada tahun 2010 sangat efektif dalam menumbuh kembangkan industri kakao nasional. Apalagi, komoditas kakao merupakan salah satu komoditas yang diprioritaskan oleh pemerintah untuk dikembangkan sehingga masuk dalam program hilirisasi berbasis agro, selain juga komoditas kelapa sawit.

Selengkapnya baca di Majalah HORTUS Archipelago edisi Februari 2015. Dapatkan di toko buku Gramedia dan Gunung Agung terdekat.

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id