Menu
SAJIAN ISI

Komoditas Sawit Penting Bagi Bangsa Indonesia

hortus edisi mei 2018Kelapa sawit merupakan komoditas terpenting saat ini yang masih dimiliki oleh Indonesia. Karena itu, wajar bila pemerintah Indonesia sangat peduli terhadap keberlangsungannya. Apalagi, jutaan masyarakat menggantungkan kehidupannya pada komoditas ini. Konferensi Internasional tentang Kelapa Sawit dan Lingkungan atau International Conference on Oil Palm and the Environment (ICOPE) 2018 yang digelar di Nusa Dua, Bali, berlangsung hangat dan tidak menjemukan.  

Pengukuhan Pengurus Dekopi: Kopi Indonesia Harus Kian Mendunia

hortus edisi april 2018Kementerian Pertanian berharap pengurus Dewan Kopi Indonesia (Dekopi) bisa bersinergi dengan pemerintah untuk meningkatkan produksi kopi di negara ini. Tak hanya itu, kopi Indonesia juga harus semakin disenangi masyarakat dunia. Setelah melalui rentang waktu yang tidak pendek, organisasi Dewan Kopi Indonesia yang telah dideklarasikan sejak 9 Desember 2017 di Yogyakarta, akhirnya diresmikan oleh pemerintah.

Produsen Benih Dukung Peremajaan Sawit Rakyat

hortus edisi maret 2018Kalangan produsen benih siap mengamankan program peremajaan atau replanting perkebunan sawit rakyat untuk tahun 2018 yang ditargetkan pemerintah seluas 185.000 hektar (ha). Produsen benih beserta mitranya melalui kegiatan waralaba juga siap melakukan penangkaran untuk menyiapkan bibit siap salur demi suksekan replanting.

Pemerintah kembali akan melanjutkan program peremajaan kebun sawit rakyat, yang telah dimulai sejak Oktober 2017 lalu di Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, dan November 2017 lalu di Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara. Program peremajaan sawit rakyat tahap III ini semula dijadwalkan akan di-launching Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 12 Februari 2018 di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.  

Namun, karena kesibukan Kepala Negara, akhirnya launching peremajaan sawit di Riau tersebut ditunda hingga saat ini (tulisan ini diturunkan – Red). Ada kabar pada tanggal yang sama, ada agenda yang lebih urgen, yakni Presiden Jokowi memberikan arahan pada Rapat Kerja yang diikuti 134 Dubes dan Perwakilan RI di luar negeri bertema “Diplomasi Zaman Now” yang merepresentasikan revolusi mental di kalangan diplomat.

Bila tahun 2017 lalu, target luas peremajaan kebun sawit rakyat ditetapkan sebesar 20.000 hektar maka untuk tahun 2018 ini, pemerintah memperluas targetnya hingga mencapai areal seluas 185.000 hektar.  

"Setahun targetnya 185 ribu hektar, dengan target 11-20 ribu hektar lahan sawit setiap kali launching," ungkap Menko Perekonimian Darmin Nasution di Jakarta, belum lama ini.
    
Untuk tahun 2018, lanjut dia, peremajaan kebun sawit rakyat akan dimulai dari Provinsi Riau, yang direncanakan akan diresmikan Presiden pada 12 Februari. Saat ini, lahan sawit di Riau yang masuk program peremajaan tersebut sekitar 12.000 ha. Diharapkan, jumlah luasannya akan ditingkatkan lagi.

Menurut Darmin, program peremajaan lahan sawit untuk meningkatkan produktivitas yang sudah ada. Pasalnya dari 4,7 juta hektar kebun kelapa sawit rakyat, sekitar 2,7 juta hektar perlu diremajakan.

Produktivitas kebun sawit rakyat, saat ini rata-rata produksi CPO-nya hanya 2-3 ton per hektar, padahal untuk rata-rata secara nasional produksinya telah mencapai 4,1 ton per hektar. Sementara untuk perkebunan besar swasta ada yang sudah mampu menghasilkan 9,1 ton CPO per hektar.

"Kalau kondisi ini dibiarkan terus-menerus maka perkebunan rakyat tak akan mampu mencapai rata-rata nasional," katanya menandaskan.

Darmin menyatakan, salah satu penyebab rendahnya produktivitas tanaman kelapa sawit rakyat tersebut yakni masih tingginya penggunaan benih palsu atau tidak berkualitas. "Dari berbagai penelitian diketahui masyarakat tidak berminat menggunakan benih bermutu karena harga dinilai terlalu mahal. Mereka lebih memilih benih yang murah harganya meskipun mutunya rendah," katanya.

Oleh karena itu, ujarnya, melalui program peremajaan atau replanting diharapkan dapat membantu petani mendapatkan benih kelapa sawit yang berkualitas. "Program peremajaan sawit rakyat ini sangat penting. Pemerintah ingin membantu rakyat meningkatkan produktivitasnya,"  tegasnya.  

Darmin juga menegaskan bahwa sejauh menyangkut dana peremajaan tanaman kelapa sawit rakyat jumlahnya tersedia dalam jumlah memadai dan siap digelontorkan ke perkebunan milik rakyat yang mengalami  penurunan produktivitas.

Ditambahkan Menko Perekonomian, sejauh ini pihaknya tidak menemukan kendala pendanaan peremajaan tanaman kelapa sawit yang bersumber dari  Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS), Kementerian Keuangan.

“Tidak ada masalah penganggaran. Semua itu tergantung pada kemampuan pembibitan,” ujarnya.

Saat ini kemampuan pembibitan kelapa sawit untuk perkebunan rakyat belum tentu melampaui 10.000 hektar setiap bulan yang disebar secara bergiliran di  berbagai daerah penghasil kelapa sawit, khususnya di Pulau Sumatera.

Diakuinya bahwa  peremajaan kelapa sawit bukanlah suatu hal yang mudah meskipun dana untuk melakukan kegiatan peremajaan telah tersedia. Karenanya, semua pihak perlu bekerja sama secara terintegrasi untuk mempercepat proses pemenuhan ketentuan administratif dengan melibatkan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota,
Selain itu juga dengan Kementerian Pertanian, Agraria dan Tara Ruang, Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta BPDP dan perbankan, serta pelaku usaha kelapa sawit baik swasta maupun BUMN.

“Tugas besar kita untuk meremajakan kelapa sawit seluas 4,6 juta hektar ini harus dilakukan secara bersama-sama. Apabila 4,6 juta hektar lahan kelapa sawit rakyat  dibagi dalam 25 tahun, maka setiap tahun kita harus meremajakan 185.000 hektar,” papar dia.

Selengkapnya baca di Majalah HORTUS Archipelago edisi Maret 2018. Dapat diperoleh di toko buku Gramedia dan Gunung Agung terdekat.

Ketua Umum Gapki,Joko Supriyono: Agar Sawit Indonesia Kian Berkibar di Mancanegara

hortus edisi februari 2018Untuk mempertahankan kepemimpinan Indonesia di pasar sawit dunia, keterlibatan pemerintah dalam memperluas pasar dan membangun kerjasama dengan negara lain termasuk menciptakan pasar baru, mutlak diperlukan. Pasalnya, negara-negara tujuan ekspor makin protektif pasar dalam negerinya.

Jujur harus diakui bahwa dalam tiga tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo telah membawa angin segar bagi industri kelapa sawit nasional. Bisa jadi hal ini karena Industri kelapa sawit mampu membuktikan peran dan sumbangsihnya bagi perekonomian Indonesia, khususnya dalam aspek peningkatan kesejahteraan dan pengurangan kemiskinan.  Bagaimana tidak, tak kurang dari 17 juta warga Indonesia, termasuk petani kecil, bergantung secara langsung maupun tidak langsung dari industri kelapa sawit.

Perkebunan Sumber Kemakmuran

majalah hortus edisi januari 2018Perkebunan berperan sebagai sumber kemakmuran rakyat dan berperan sebagai pemacu pembangunan wilayah terpencil. Dengan adanya industri perkebunan maka daerah akan dapat membangun infrastruktur, komunitas sosial dan ekonomi baru. Selain itu,  perkebunan juga menjadi sumber perekat bangsa. Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Musdhalifah Machmud. Menurutnya, perkebunan berperan sebagai sumber kemakmuran dan pemacu pembangunan wilayah terpencil.

Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id