Menu
SAJIAN ISI

Pemerintah Akan Genjot Konsumsi Biodiesel Nasional

hortus edisi agustus 2018Pemerintah menargetkan percepatan peningkatan konsumsi biodiesel dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi. Selain itu, peningkatan konsumsi biodiesel juga untuk menghemat pemakaian devisa negara. Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Rapat Terbatas mengenai Percepatan Pelaksanaan Mandatori Biodiesel, di Kantor Presiden, Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Presiden, percepatan penggunaan biodiesel dan energi baru terbarukan sejatinya sudah beberapa kali dibicarakan. Namun, implementasinya di lapangan belum sesuai yang diharapkan.

Itu pula sebabnya, Presiden kembali menekankan peningkatan konsumsi biodiesel karena menyangkut penghematan devisa dan perbaikan neraca perdagangan Indonesia.

“Ini penting sekali, kita juga ingin mengurangi impor minyak. Artinya, bisa menghemat devisa, ada penghematan devisa di sini. Selain itu, kita tidak boleh hanya tergantung pada energi fosil semata, karena energi fosil akan habis,” tegas Presiden seperti dilansir setkab.go.id.

Penggunaan biodiesel dan energi terbarukan apabila diimplementasikan dengan baik, maka dapat menghemat kurang lebih US$21 juta per hari.

Dalam Rapat Terbatas tersebut hadir di antaranya Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Hukum dan HAM Yasonna M Laoly Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, Kepala BKPM Thomas Lembong, dan Kepala BPKP Ardan Adiperdana.

Presiden menegaskan, dirinya akan terus mengikuti dan melihat angka-angka implementasi pelaksanaan mandatori biodiesel ini.

“Saya akan mengikuti apakah implementasi pelaksanaannya betul-betul menjadi komitmen kita bersama. Tidak hanya berhenti pada target di atas kertas, tetapi betul-betul menjadi komitmen kuat untuk setiap kementerian, setiap lembaga, BUMN,” katanya menandaskan.

Presiden meminta agar betul-betul disiapkan secara detail dari hulu sampai hilir, sehingga implementasi kebijakan ini menghasilkan sesuatu yang baik.
“Tidak kalah pentingnya adalah memastikan keamanan dan keandalan biodiesel sebagai bahan bakar alternatif, sehingga penggunaan biodiesel semakin meningkat dan luas,” katanya lagi.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menilai, percepatan mandatori biodiesel banyak manfaatnya. Pertama, lebih ramah lingkungan. Kedua, menghemat devisa US$ 5,5 miliar per tahun. Ketiga, menaikkan harga minyak sawit.

"Penghasilan para petani kelapa sawit juga akan meningkat," tukas Darmin. Saat ini mandatori pencampuran biodiesel ke solar adalah 20% atau B20.

"Implementasi kebijakan ini secara penuh bisa menghemat devisa yang digunakan untuk mengimpor solar hingga US$ 5,5 miliar per tahun, dengan mengacu pada kebutuhan impor solar saat ini yang mencapai US$ 21 juta per hari," kata dia.

Menurut Darmin, upaya peningkatan konsumsi biodiesel dalam negeri tersebut akan menjadi salah satu kebijakan pemerintah untuk membantu otoritas moneter stabilkan nilai tukar.
“BI buat kebijakan, kami juga buat kebijakan. Mungkin bagi Anda tidak berdampak langsung, tapi bagi dunia usaha akan memberikan pengaruh positif.”

Untuk menjalankan kebijakan ini, lanjut dia, pemerintah juga tidak perlu lagi mengubah aturan. Sebab, sudah ada regulasi untuk itu, yakni Presiden (Perpres) No. 24 Tahun 2016, tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden No. 61 Tahun 2015, serta Peraturan Menteri ESDM.

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan, untuk meningkatkan konsumsi biodiesel, pemerintah telah selesai membuat ujicoba penerapan biodiesel campuran 20% atau B2O di semua jenis kendaraan. Diproyeksikan pelaksanaan B20 siap berjalan menjelang akhir tahun ini.

“Sudah dites, dan tidak ada masalah. Kita sanggup (B20) di akhir tahun ini. Dan akan lari menuju B30,” kata Luhut di sela Kongres Teknologi Nasional 2018, baru-baru ini.

Luhut menjelaskan bahwa implementasi B20 secara otomatis mengurangi impor BBM jenis solar sebanyak 20%. Dampak positif lainnya adalah mendongkrak harga buah sawit yang menjadi campuran bahan bakar tersebut.

“Jika sawit diserap untuk ini (biodiesel). Maka harga pasar internasional bakal naik. Nantinya,  yang menikmati ya rakyat kita, petani sawit yang kecil-kecil itu, dengan luasan 40% di sini,” paparnya.

Sekarang ini penerapan B20 akan diterapkan untuk kereta api. Ujicoba biodiesel di kereta api terus berjalan hingga sekarang. Tidak ada kendala dalam penggunaan biodiesel campuran 20% atau B20. Berpotensi meningkatkan konsumsi biodiesel domestik antara 200 ribu kiloliter (Kl) hingga 500.000 Kl.

Selengkapnya baca di Majalah HORTUS Archipelago edisi Agustus 2018. Dapat diperoleh di toko buku Gramedia dan Gunung Agung terdekat.

 

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id