Menu
SAJIAN ISI

Wacana Pembatasan Ekspansi Kebun Sawit Tidak Beralasan

Perkebunan Kelapa Sawit Perkebunan Kelapa Sawit

Beberapa waktu lalu sebuah diskusi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian  mewacanakan perlunya pembatasan perluasan kebun sawit. Alasan pembatasan tersebut terkait dengan rendahnya harga CPO dunia saat ini seiring dengan menurunnya harga minyak mentah dunia. Tapi, Gapki menilai hal itu tidak beralasan.

Hadir dalam pertemuan tersebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil; Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Sumber Daya Hayati Kemenko Perekonomian, Bambang Adiwinarso; Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono; serta Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Derom Bangun. Selain itu, diskusi juga dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertanian, Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau BPN, dan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS).
 
Menko Perekonomian Sofyan Djalil dalam diskusi tersebut menekankan pentingnya forum internal stakeholder kelapa sawit guna mendukung peningkatan produktivitas dalam pengembangan industri kelapa sawit di Indonesia ke depan.

Sofyan berpesan supaya nantinya forum internal stakeholder tersebut dapat melakukan studi yang lebih komprehensif hingga sawit di Indonesia dapat terlaksana secara sustainable. Menurut dia, wacana pembatasan perluasan perkebunan kelapa sawit ini perlu dipikirkan bersama di saat harga CPO di pasar dunia saat ini cenderung merosot. "Ini sebagai antisapisi agar tidak terus merosot seiring dengan menurunnya harga minyak mentah dunia," kata Sofyan.

Menanggapi hal itu, Sekjen Gapki, Joko Supriyono berpendapat kelapa sawit adalah komoditas ekspor andalan Indonesia yang 100% local content sebagai penopang perekonomian. Jadi kenapa harus dibatasi. Apalagi industri kelapa sawit adalah industri padat modal dan padat karya yang menyerap jutaan tenaga kerja. Serapan tenaga kerjanya cukup tinggi, rata-rata 0,2 per hektanya. Bisa dibayangkan, 0,2 dikalikan 10 juta hektar, cukup besar. Ini yang bekerja secara langung, belum lagi yangt tidak langsung. "Jadi tak ada alasan untuk memoratorium perluasan lahan perkebunan kelapa sawit," tukas dia.

Selengkapnya baca di Majalah HORTUS Archipelago edisi Maret 2015. Dapatkan di toko buku Gramedia dan Gunung Agung terdekat.

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id