Menu
SAJIAN ISI

Sawit Diperjuangkan di KTT APEC 2015

Sawit Diperjuangkan di KTT APEC 2015

Indonesia akan memperjuangkan konsep pengurangan tarif dari perdagangan produk yang berkontribusi terhadap pembangunan pedesaan dan pengentasan kemiskinan atau development goods pada Pertemuan KTT Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) 2015 yang digelar di Manila, Filipina, medio November kemarin.

"Di antara 21 negara anggota APEC, sebanyak empat negara mempelopori konsep development goods, dimana kita nanti akan meminta sarana khusus untuk perdagangan internasional," kata Menteri Perdagangan, Thomas Lembong, di sela-sela menghadiri pertemuan APEC, di Manila, belum lama ini.

Empat negara tersebut adalah Peru, Papua Niugini, Vietnam dan juga Indonesia yang mempelopori konsep tersebut. Nantinya, jika usul itu disetujui oleh negara anggota APEC, maka akan ada penurunan tarif untuk beberapa komoditas yang masuk dalam development goods tersebut.

Thomas menjelaskan, langkah untuk mengajukan development goods tersebut pada APEC 2015  dilakukan karena para petani dinilai perlu mendapatkan sarana khusus dari perdagangan internasional. Selama ini masih ada hambatan-hambatan teknis khususnya terkait dengan produk-produk yang dihasilkan oleh para petani itu.

"Tentunya kita ingin tarif nol, itu yang paling gampang. Tapi terus-terang saja ada hambatan teknis, apakah terkait inspeksi, karantina dan juga laporan surveyor," tukasnya.

Ditambahkan, pada pertemuan tingkat senior officer atau direktur jenderal, rencana dari empat negara itu sudah dikemukakan di hadapan seluruh anggota APEC. Namun, Thomas mengakui, dalam proses perundingan memang tidak selalu berjalan mulus.

"Sudah dikemukakan dalam pertemuan senior officer, perundingan selalu tidak gampang, karena masing-masing kubu memiliki agenda sendiri dan berlomba-lomba agar agenda mereka yang bisa menjadi prioritas utama. Tapi, semoga saja bisa disepakati oleh 21 negara," kata Thomas.

Dirjen Kerja Sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Bachrul Chairi menambahkan, kurang lebih terdapat sebanyak 157 produk yang masuk dalam development goods tersebut.

Beberapa produk yang masuk dalam development goods yang akan diperjuangkan oleh Indonesia tersebut antara lain adalah kelapa sawit karet, perikanan, hasil kelautan dan hasil kehutanan. Saat ini, untuk produk-produk yang masuk dalam development goods tersebut masih dikenakan tarif rata-rata sebesar 13,5%. Sementara, rata-rata tarif yang diberlakukan pada negara-negara anggota APEC berkisar pada angka 5,8%. *** AP

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id