Menu
SAJIAN ISI

BPDP-KS dan 15 Produsen Biodiesel Teken Kerjasama Featured

BPDP-KS dan 15 Produsen Biodiesel Teken Kerjasama

Sebanyak  15 badan usaha bahan bakar nabati yang terikat kontrak dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS), Selasa (3/5), menandatangani  perjanjian kerjasama penyediaan bahan bakar nabati (BBN) jenis biodiesel dengan BPDP-KS, di Jakarta.

Ke 15 perusahaan tersebut adalah: PT Cemerlang Energi Perkasa, PT Ciliandra Perkasa, PT Musim Mas, PT Indo Biofuels Energy, PT Energi Baharu Lestari, PT Smart Tbk, PT LCD Indonesia, PT Bayas Biofuels, PT Primanusa Palma Energi, PT Darmex Biofuels, PT Pelita Agung Agrindustri, PT Multi Nabati Sulawesi, PT Wilmar Nabati Indonesia, PT Wilmar Bioenergi Indonesia, PT Tunas Baru Lampung.

Penandatanganan kerjasama ini untuk penyaluran biodiesel  periode Mei hingga Oktober 2016 dengan total volume sebesar 1,53 juta kiloliter (KL). Sektor yang mendapatkan pendanaan mencakup sektor jenis BBM tertentu (JBT)/ PSO dan pembangkit listrik PLN.

Kalau dilihat dari kapasitas produksi biofuel nasional saat ini lebih dari 9 juta kiloliter per tahun dan yang ditandatangan ini 1,5 juta kiloliter untuk 6 bulan, 9 juta kiloliter untuk 12 bulan dan 1,5 juta kiloliter untuk 6 bulan sehingga kapasitas terpakai PSO 35 persen.

“Karena itu, saya minta perusahaan jangan ditambah dulu kapasitasnya karena selisih harga sawit terlalu lebar. 750 dolar AS per ton tentu sebagai produsen senang tapi dengan crude oil 40 dolar per barel maka gap harga akan terlalu besar. Dan kalau tak ada dana sawit program ini akan sulit jalan. Sedangkan untuk program non PSO saat ini masih sulit berjalan karena disinsentif harga sangat lebar. Itu tantangan kita,” papar Bayu Krisnamurthi, Direktur Utama BPDPKS di hadapan awak media.

Realisasi penyaluran biodiesel yang di-support oleh dana iuran sawit sepanjang periode Januari s/d April 2016 mencapai 748 ribu kiloliter dengan total kebutuhan dana sebesar Rp2,7 triliun. Berdasarkan realisasi yang telah berjalan dan alokasi volume hasil penunjukan langsung, maka penyaluran biodiesel tahun 2016 melalui dukungan dana sawit diproyeksikan mencapai 2,7 juta kiloliter.

Disandingkan dengan penerimaan dari pungutan ekspor sawit dan produk turunannya, pendanaan B20 tahun 2016 dipastikan cukup. “Dana sawit untuk tahun 2016 akan sanggup untuk mendukung program ini. Meskipun saat ini, BPDP harus sokong biaya transport Rp5.000 per liter,” kata Bayu lagi.

Kerjasama penyediaan BBN tersebut mengacu pada Perpres No. 61 Tahun 2015 tentang Penghimpunan dan Penggunaan Data Perkebunan Kelapa Sawit beserta perubahannya pada Perpres No. 24 Tahun 2016, serta Peraturan Menteri ESDM No. 29 Tahun 2015 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (Biofuel) Jenis Biodiesel dalam rangka pembiayaan oleh BPDP-KS).

Lebih lanjut Bayu mengemukakan bahwa program B20 2016 serta beberapa studi yang sedang dilakukan untuk menghitung berapa emisi karbon yang bisa dikurangi dengan biofuel telah membuat harga sawit menjadi semakin bergairah. Meski memang ada faktor produksi turun karena El Nino, tapi ini adalah sinyal baik bagi industri sawit nasional.

Namun demikian, proses pendanaan ini harus mulai dikaji keberlanjutannya mengingat kondisi harga saat ini menunjukkan tren yang terus meningkat untuk CPO, namun di sisi lain tren harga minyak dunia relatif masih rendah. Akibatnya, disparitas harga antara solar dengan biodiesel semakin meningkat, bahkan memasuki periode April ini, disparitas tersebut meningkat 2 kali lipat dibandingkan Agustus tahun lalu, saat kebijakan ini diimplementasikan pertama kali. **NM

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id