Menu
SAJIAN ISI

Kenaf Jadi Andalan Baru Perkebunan Riau

Kenaf Riau Kenaf Riau

Dinas Perkebunan Provinsi Riau saat ini tengah mendorong pengembangan tanaman kenaf di wilayahnya.  Tanaman yang bisa dimanfaatkan mulai dari akar,  batang hingga daunnya ini mampu memberikan penghasilan kepada petani berkisar Rp7-12 juta per hektar.

Kendati belum dikembangkan secara luas, namun pengembangan perkebunan kenaf di Riau mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Sebagai gambaran, satu hektar lahan Kenaf sudah bisa menghasilkan pendapatan Rp9,5 juta kepada Kelompok Tani Pematang Subur, Desa Bangun Sari, di Kabupaten Kampar, Riau.

Desa Bangun Sari dijadikan sebagai salah satu desa percontohan tanaman kenaf  oleh Disbun Riau. Masa tanam kenaf di desa Bangun Sari telah dimulai pada Desember taun 2013 dan panen perdana pada akhir April 2014 dengan masa tanam selama 110 hari.

Rata-rata per hektar, tanaman kenaf dapat ditanam sebanyak 145 ribu batang dengan hasil serat kenaf sebanyak 1,9 ton.  Dari hasil serat kenaf 1,9 ton dikalikan dengan harga beli dari penampung, yaitu PT Global Agrotek Nusantara Rp 5.000 per kg maka setiap petani akan mendapatkan Rp 9,5 juta per hektar.

"Hasil ini sesuai dengan prediksi kita, dimana setiap hektar tanaman kenaf akan menghasilkan dalam kisaran Rp7-12 juta. Namun pada periode Februari-Maret kemarin terjadi kemarau kering sehingga hasilnya tidak maksimal, " papar Zulher, belum lama ini.

Dia menambahkan seluruh unsur tanaman kenaf bisa dimanfaatkan, mulai dari batang, kulit, daun, hingga akar. Kulit kenaf dapat dijadikan dashboard mobil, tali, pita maupun bahan pembuat tekstil.

Adapun, batangnya dapat dijadikan bahan asbes, gypsum, panel, batu bata, sementara air rendaman kulit kenaf dapat dijadikan pakan ikan, serta daunnya dapat dijadikan pakan ternak. Bagian akar tanaman ini juga bisa dijadikan humus penghasil nitrogen yang lebih kuat dari tanaman lainnya.

Menurut Zulher, dengan melihat perkembangan yang ada itu, Disbun bertekad menjadikan tanaman kenaf sebagai salah satu primadona yang dapat dikembangkan secara luas di Provinsi Riau.

Pada tahun kedua pilot project tanaman kenaf di Riau, Disbun Riau akan menyediakan bantuan kepada petani dengan cakupan luas 1.030 hektar. Bantuan per hektar itu terdiri atas bibit kenaf sebanyak 15 kg, pupuk NPK 20kg, nitrogen 50 kg, herbisida 2 liter, dan handsprayer.

"Kita harap hasil percontohan pada tahun pertama ini dapat menjadi acuan bagi petani bahwa kenaf memang layak ditanam di Riau ke depan," ujar Zulher.
Pengembangan Sagu
Tak hanya sebatas kenaf, Dinas Perkebunan Provinsi Riau juga mengalokasikan dana untuk pengembangan budidaya tanaman sagu sebesar Rp5,23 miliar untuk tahun 2014 ini. Dana tersebut akan digunakan untuk menanam sagu seluas 900 hektar. Luas areal tersebut mengalami kenaikan dari realisasi tahun lalu yang hanya 250 hektar.

"Pengembangan budidaya sagu seluas 550 hektar akan dikonsentrasikan di Meranti dan sisanya di Indragiri Hilir. Bantuan yang akan diberikan berupa bibit unggul, pupuk, herbisida, alat-alat pertanian, dan upah pembukaan lahan," kata Zulher.

Dijelaskan, sagu dinilai menjadi potensi unggulan alternatif perkebunan di Riau selain sawit dan karet. Bahkan, 50% kebutuhan sagu nasional diklaim berasal dari Bumi Lancang Kuning ini, kendati luas lahan sagu masih kalah dibandingkan dengan Provinsi Papua.

Disbun Riau juga mendorong penghiliran tanaman sagu untuk memberikan nilai tambah. Selama ini, budidaya tanaman sagu masih dilakukan oleh perusahaan swasta dalam negeri.

Sebagian besar pengolahan sagu dilakukan oleh masyarakat secara tradisional karena belum memiliki industri hilir skala besar. Pengolahan sagu di Kepulauan Meranti saat ini melibatkan  76 pabrik, sedangkan di sentra tanaman sagu di kabupaten lain masih belum banyak.

“Sebelum ada industri pengolahan sagu, harga komoditi ini hanya Rp15.000 per tual, tetapi sekarang sudah mencapai Rp45.000 per tual. Jika industri hilir sudah banyak dan maju maka harga sagu diprediksi bisa semakin baik dan pekebun sejahtera,” paparnya. ***AP

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id