Menu
SAJIAN ISI

Enam Komoditas Perkebunan Berpotensi Digarap Investor

Enam Komoditas Perkebunan Berpotensi Digarap Investor

Dinas Perkebunan Jawa Tengah menyatakan setidaknya kini ada 6 komoditas perkebunan yang punya prospek dan potensi bagus untuk dikembangkan oleh investor di daerahnya. Adalah tebu, kopi, kelapa, kakao, teh dan karet, keenam komoditas dimaksud. Menurut Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Tegoeh Wynarno Haroeno, keenam komoditas perkebunan di Jawa Tengah tersebut mempunyai prospektif dan potensi cukup bagus untuk dikembangkan oleh investor perkebunan.

Dijelaskan Tegoeh, potensi lahan di daerahnya untukpengembangan usaha perkebunan terdapat di lahan-lahan kritis/kurang produktif. Hal itu lantaran semakin sempitnya lahan pertanian produktif akibat berubahg fungsi menjadi permukiman maupun industri. Dan perubahan fungsi lahan seperti itu tak hanya di Jateng, melainkan juga di Jawa Timur dan Jawa Barat.

Selanjutnya, kata sarjana pertanian alumni IPB lulusan tahun 1982 ini, untuk mengembangkan potensi perkebunan dikelola secara per kawasan (cluster) agar potensi-potensi komoditas perkebunan tadi dapat terpetakan dengan baik.  

Bagi calon investor perkebunan yang berminat untuk investasi di wilayah Jawa Tengah, tentu tak perlu khawatir. Pasalnya, fasilitas dan infrastruktur yang tersedia dan akan dibangun di provinsi ini cukup memadai. Din antaranya, rencana pembangunan kawasan sentra (cluster) perkebunan, tersedianya jalan produksi dan usahatani, SDM perkebunan yang melimpah, balai sertifikasi benih, balai proteksi tanamanperkebunan dan balai pengujian mutu dan alat mesin perkebunan yang selalu siap sedia untuk melayani.

“Keberadaan pelabuhan dan bandara pun cukup representatif untuk mendukung kegiatan ekspor impor. Selain itu, potensi gangguan konflik perkebunan di Jawa Tengah juga sangat minim,” papar Tegoeh kepada Hortus Archipelago, belum lama ini, di Semarang.

Luas areal perkebunan di Jawa Tengah pada tahun 2013 tercatat sebesar 620.635 hektar. Dari areal seluas ini perkebunan rakyat sangat mendominasi, yakni mencapai 566.504 hektar (91,3%), perkebunan besar negara (PTPN IX) seluas 39.143 hektar (6,3%), serta perkebunan besar swasta seluas 14.687 hektar (2,4%).    

Sementara jenis komoditas perkebunan yang dibudidayakan sebanyak 48 komoditas dengan 9 komoditas unggulan, yang terbagi dalam 3 rumpun komoditas perkebunan, yakni komoditas tanaman semusim, tanaman rempah penyegar, serta tanaman tahunan.

Adapun kesembilan komoditas unggulan perkebunan tersebut adalah tebu, tembakau, kopi, teh, kakao, cengkeh, kelapa, karet dan jambu mete. Selain itu, terdapat 7 komoditas khas Jawa Tengah yang perlu dilestarikan, yakni tembakau, kelapa kopyor, jenitri, aren, wijen, nilam dan lada.

Mayoritas pemasaran komoditas perkebunan di Jawa Tengah, lanjut Kepala Dinas Perkebunan Jawa Tengah yang dilantik sejak 30 November 2009 ini, ditujukan ke pasar domestik. Sedangkan sebagian lagi diekspor ke sejumlah negara seperti China, Jepang, Korea Selatan, Uni Eropa dan Timur Tengah.

Untuk meningkatkan produktivitas perkebunan di Jawa Tengah, khususnya terhadap perkebunan rakyat, Dinas Perkebunan Jateng memang telah dan akan terus menguapayakan sejumlah langkah. Langkah dimaksud, yakni meningkatkan pengetahuan, keterampilan budidaya dan manajemen usahatani dalam penerapan budidaya perkebunan sesuai standar baku teknis; meningkatkan pemakaian varietgas atau bibit ungggul bersertifikat; modernisasi alat mesin pertanian.

 

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id