Menu
SAJIAN ISI

1 April 2015, Ekspor CPO Wajib Pakai L/C

Ekspor CPO Ekspor CPO

Kementerian Perdagangan menetapkan peraturan baru bahwa ekspor barang tertentu wajib menggunakan Letter of Credit (L/C) mulai 1 April 2015. Hal ini dimaksudkan untuk mengoptimalisasi dan akurasi perolehan devisa hasil ekspor, khususnya hasil ekspor komoditas sumber daya alam, seperti batubara, minyak bumi, kelapa sawit khususnya CPO, CPKO.  

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor:  04/M-DAG/PER/1/2015 Tentang Ketentuan Penggunaan Letter of Credit untuk Ekspor Barang Tertentu dan telah ditetapkan pada 5 Januari 2015. Kebijakan ini akan resmi diberlakukan pada 1 April 2015 mendatang.

Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel menyatakan, pemberlakukan wajib L/C ini dapat mendorong pengembangan investasi dan industri pengguna, peningkatan nilai tambah bagi perekonomian nasional dan pengembangan industri, peningkatan tertib usaha dan efektivitas pelaksanaan kebijakan ekspor barang tertentu, serta mendorong kegiatan industri perbankan.

Sedangkan bagi eksportir, manfaat yang bisa diperoleh, yaitu mendapatkan rasa aman dalam bertransaksi, serta kepastian order dan kepastian produksi bagi pelaku usaha. Sejumlah ketentuan pokok dalam Permendag No. 04 Tahun 2015 tersebut mengatur antara lain ekspor atas barang tertentu wajib menggunakan cara pembayaran L/C, dicantumkan dalam Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dengan harga ekspor dalam L/C paling rendah harus sama dengan harga pasar dunia.

Dalam hal ekspor barang tertentu yang tidak dilengkapi cara pembayaran L/C, secara otomatis kegiatan ekspor dinyatakan tidak dapat diproses lebih lanjut. Sementara untuk ekspor barang tertentu yang wajib dilengkapi dengan Laporan Surveyor (LS) diterbitkan oleh Surveyor yang ditunjuk oleh mendag, maka surveyor wajib meneliti kepatuhan penggunaan L/C dengan mencantumkan cara pembayaran menggunakan L/C dalam laporan surveyor.

Untuk itu, jika si eksportir tidak menggunakan cara pembayaran L/C, maka surveyor tidak akan menerbitkan laporan surveyor. Dan barangnya tidak bisa diekspor. Selanjutnya, ketentuan lain mengatur cara pembayaran L/C wajib diterima melalui bank devisa di dalam negeri dan setiap eksportir wajib mengisi kolom L/C dalam form PEB dan mengisi form PEB dengan data yang akurat.

Kebijakan kegiatan ekspor wajib L/C ini hanya dikenakan pada beberapa komoditas tertentu.“Komoditas-komoditas yang diwajibkan cara pembayarannya dengan menggunakan L/C, yaitu CPO dan CPKO, mineral (termasuk timah), batubara, serta minyak bumi dan gas,” kata Rachmat.

Tinggalkan Pesan Anda

Kolom yang bertanda bintang wajib diisi.

KEMBALI KE ATAS
Info for bonus Review William Hill here.

iklan anda

Kanal Terkait

Departemen

Telusuri Kami

logo bawah

Alamat Redaksi & Usaha:
Gedung Graha BUN.
Jln Ciputat Raya No.7
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
Telp.(021) 75916652 - 53
E-mail: majalah_hortus@yahoo.co.id